Enung
Nurul Huda merupakan pebatik motif sukapura tertua yang masih aktif berkarya
dan Enung masih bertahan untuk melestarikan sejarah motif batik khas Kabupaten
Tasikmalaya, Jawa Barat yang rentan punah. Harga batik sukapura yang tinggi
kerap menurunkan selera konsumen. Padahal, harga tersebut dianggap layak karena
pembuatan batik hingga satu bulan per helai serta kerumitan motif yang membuat
itu menjadi layak sebagai pencapaian yang baik.
Enung sempat bekerja di Jakarta
untuk mencari pekerjaan yang layak namun akhirnya darah seniman batik
memanggilnya kembali ke kampung sekitar 10 bulan kemudian. Saat ia kembali ke
kampungnya, batik sukapura berada pada puncak kejayaan. Setiap motif batik
sukapura yang dibuat oleh Enung memiliki banyak makna seperti batik motif belah
ketupat yang dipercaya masyarakat akan enteng jodoh dan rezeki dan motif ini biasa
digunakan dalam syukuran pesta pernikahan.
Krisis moneter membuat harga bahan
kain melonjak lebih dari 10 kali lipat dari harga semula. Usaha yang dikelola
Enung bahkan harus libur produksi hingga beberapa bulan. Untuk mempertahankan
usaha ini sangat sulit tetapi Enung mempertahankan kreativitas untuk menjaga
batik sukapura agar tetap ada. Salah satu cara yang ia lakukan adalah
mengembangkan teknik pewarnaan. Selain pameran di kota besar, Enung juga
mempromosikan batik ke lingkungan sekolah. Enung ingin generasi muda
Tasikmalaya mengenal keunggulan batik sukapura.
Iyan Anwar Gunawan merupakan pembuat
motif kampong naga dengan dominasi merah bata beranggapan bahwa Enung merupakan
salah satu inspirasi membuat motif batik Tasikmalaya dan ia berharap desainnya
bisa menjadi semangat bagi Enung dan pebatik sukapura lainnya untuk terus
bertahan. Batik sukapura perlahan menemukan kembali nama besarnya dan Enung
merasakan bahwa dia tidak sendirian mempertahankan batik sukapura.
Menurut pendapat saya, sosok Enung
Nurul Huda merupakan sosok yang tangguh dan tidak pernah menyerah untuk
mempertahankan batik sukapura agar terus berkembang dan tidak ditinggalkan
masyarakat luas. Segala usaha dilakukan Enung demi mempertahankan semua motif
batik sukapura dan semoga segala usaha yang Enung lakukan bisa terus berkembang
dengan baik.
Sumber : Koran Kompas (Rabu,17 Desember 2014)
Nama : Floretta Agnesia Kana
Kelas : La64
NIM : 1801379514