Cute Box Bear “Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself.” ― George Bernard Shaw

Selasa, 24 Maret 2015

Human Philosophical Reflections 2: Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom

1. Knowledge (Pengetahuan)


1.1 Gambar Knowledge
Sumber :
 careerminer.infomine.com

1.1 Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan tidak bisa dipandang seperti memandang suatu objek yang terdapat di sana, didepan subjek, yang dapat dijangkau oleh pandangan dan oleh tangan manusiaPermasalahan kritis di sini adalah kompleksitas pengetahuan manusia yang sulit dijangkau secara lengkap, utuh, dan paripurna oleh budi manusia yang terbatas.

1.2 Jenis-jenis Pengetahuan

1. Pengetahuan indrawi lahir atau indrawi luar adalah saat orang mencapainya secara langsung, melalui penglihatan, pendengaran, pembau, perasaan, serta peraba setiap kenyataan yang mengelilinginya.

2. Pengetahuan indrawi batin adalah ketika menampakkan dirinya kepada orang dengan ingatan dan khayalan, baik mengenai apa yang tidak ada lagi atau yang belum pernah ada maupun yang terdapat di luar jangkauannya.

3. Pengetahuan perseptif, adalah ketika muncul secara spontan, pengetahuan itu memungkinkan orang untuk menyesuaikan dirinya secara langsung dengan situasi yang disajikan. Pengetahuan dalam arti ini lebih menyatakan dirinya melalui gerakan tangan, tingkah laku, gerakan-gerakan, sikap-sikap, tindakan, serta jerit teriakan, daripada dengan perkataan yang dipikirkan atau dengan keterangan yang jelas.

4. Pengetahuan refleksif adalah ketika pengetahuan itu membuat objektif kodrat dari suatu realitas apa pun juga. Pengungkapannya adalah, baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, serta putusan-putusan maupun dalam bentuk lambang, mitos, atau karya-karya seni.

5. Pengetahuan diskursif adalah pengetahuan yang memperhatikan suatu aspek dari benda kemudian suatu aspek yang lain, ketika pengetahuan itu pergi dan datang dari keseluruhan ke bagian-bagian, dan dari bagian-bagian ke keseluruhan. Pengetahuan dalam arti ini lebih menampakkan diri sebagai sesuatu yang datang dari sebab ke akibat dan dari akibat ke sebab, dari prinsip ke konsekuensi dan dari konsekuensi ke prinsip, dan sebagainya.

6. Pengetahuan intuitif adalah ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya.

7. Pengetahuan induktif, bila menarik yang universal dari yang individual

8. Pengetahuan deduktif, bila menarik yang individual dari yang universal.

9. Pengetahuan kontemplatif adalah saat mempertimbangkan benda-benda dalam dirinya dan untuk dirinya sendiri.

10. Pengetahuan spekulatif adalah saat mempertimbangkan benda-benda dalam bayangan-bayangan dan ide-ide, atau konsep-konsep tentang benda-benda itu.

11. Pengetahuan Praktis adalah saat mempertimbangkan benda-benda menurut bagaimana mereka bisa dipergunakan.

12. Pengetahuan sinergis adalah akumulasi dari seluruh daya kemampuan dari subjek (yang sedang mengetahui).

Keseluruhan jenis pengetahuan ini dikoordinasikan dari anggota-anggotanya, organ-organnya, dan kemampuan-kemampuannya, yang indrawi dan intelektif.

2. Intelligence (Kecerdasan)


2.1 Gambar Intelligence
Sumber : www.dreamstime.com

2.1 Pengertian

Istilah Inteligensi diambil dari kata intellectus dan kata kerja intellegere (bahasa Latin). Kata intellegere terdiri dari kata intus yang artinya dalam pikiran atau akal, dan kata legere yang berarti membaca atau menangkap. Kata intellegere dengan ini berarti membaca dalam pikiran atau akal segala hal dan menangkap artinya yang dalam. 
Inteligensi adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan situasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi fungsi-fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptual, abstraksi, imajinasi, atensi, konsentrasi. seleksi relasi, rencana, ekstrapolasi, prediksi, kontrol (pengendalian), memilih, mengarahkan. Berbeda dengan naluri, kebiasaan, adat istiadat, hafalan tanpa mempergunakan pikiran, tradisi.
Pada tingkat intelek (pemahaman) yang lebih tinggi, inteligensi juga dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah-masalah (soal-soal kebingungan) dengan penggunaan pemikiran abstrak.

2.2 Bentuk-Bentuk Kegiatan Intelektif Manusia

  • Pengetahuan intelektif yang paling rendah atau yang paling sederhana adalah penglihatan atau penanggapan (persepsi). Kegiatan intelektif pada tahap yang rendah atau sederhana ini umumnya digerakkan secara tidak sadar dan prareflektif. Persepsi ini, misalnya, tampak pada refleksi spontan, prasadar, dan prapribadi.

  • Bentuk pengetahuan intelektif berikutnya adalah aprehensi (penampakan) yaitu bentuk pengetahuan di mana sudah terdapat kesadaran, meskipun subjek menerima apa yang terjadi pada dirinya secara pasif tanpa diinginkannya. Heidegger dalam pandangan fenomenologi eksistensialnya antara lain menyebut kegiatan inteligensi ini sebagai sesuatu penerangan atau satu tindakan penyingkapan dan pemanifestasian

  • Insight yang merupakan penangkapan intelektual secara mendadak mengenai objek. Melalui tahap ini inteligensi manusia tidak hanya menyadari secara pasif apa yang terjadi, tetapi berusaha untuk menangkap esensi atau hakikat atau inti peristiwa tertentu.

  • Pengetahuan yang semakin kompleks lagi adalah kegiatan bernalar yang bersifat diskursif. Istilah diskursif dari kata di-curres artinya berlari ke berbagai arah melalui induksi, deduksi, refleksi, subjektif-objektif, dan sebagainya (Leahy, 1993: 132).

  • Tahap kegiatan intelektual yang lebih tinggi adalah tahap keputusan sebagai keyakinan akan kebenaran atau kesalahan dari hasil penyelidikan tertentu.

3. Affection (Afeksi)

3.1 Gambar Affection
Sumber : toloveandback.buzznet.com

3.1 Pengertian



Cipta (kognisi), karsa (konasi), rasa (afeksi), itulah trias-dinamika manusia, atau manusia sebagai trias-dinamika.Diakui bahwa manusia bukan saja memiliki kemampuan kognitif-intelektual, tetapi juga afektivitas. Jelasnya, di samping pengetahuan, afektivitas juga membuat manusia berada secara aktif dalam dunianya serta berpartisipasi dengan orang lain dan dengan peristiwa-peristiwa dunianya.

3.2 Kondisi subjek melahirkan afektivitas

Jadi, untuk mencapai afektivitas, subjek harus berada dalam kondisi dimana subjek akan melahirkan kegiatan afektif. Adapun kondisi-kondisi tersebut ialah:

  • Pertama, antara subjek dan objek harus ada ikatan kesamaan atau kesatuan itu sendiri, karena ketika tidak ada kesamaan maka tidak akan ada afektivitas.
  • Kedua, nilai (baik dan buruk), dalam kondisi ini, ketika objek dipandang memiliki sebuah nilai maka subjek akan melahirkan kegiatan afektif
  • Ketiga, sifat dasariah dan kecenderungan kognitif, pada kondisi ini subjek akan dalam melakukan sebuah afektif harus ditunjang dengan sebuah sifat dasariah yang akan mendorong dia untuk lebih cenderung, selera, berkeinginan akan sesuatu yang pada akhirnya akan menimbulkan kegiatan afektif yang ternyata memang sesuai dengan sifat dasariah tersebut.
  • Keempat, mengenal adalah kausa dari afektivitas. Dalam proses mengenal subjek akan mengalami kondisi dimana dia harus berusaha mendefinisikan objek yang akan dikenalinya
  • Kelima, imajinasi. Untuk menimbulkan kegiatan afektif maka imajinasi dapat menjadi sebuah pendorong, semangat, mempengaruhi bahkan membohongi.

4. Freedom (Kebebasan)

4.1 Pengertian


Manusia akan mungkin merealisasikan dirinya secara penuh jika ia bebas.  Gagasan kebebasan semacam ini selalu aktual dalam hidup manusia selain karena kebebasan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari diri manusia, juga karena kebebasan itu dalam kenyataannya merupakan suatu yang bersifat "fragile"; kebebasan bersifat sensitif dan rapuh. Manusia adalah makhluk yang bebas, namun sekaligus manusia adalah makhluk yang harus senantiasa memperjuangkan kebebasannya. “Freedom is self-determination”. Berdasarkan pengertian itu dapat dikatakan bahwa kebebasan merupakan sesuatu sifat atau ciri khas perbuatan dan kelakuan yang hanya terdapat dalam manusia dan bukan pada binatang atau benda-benda.

4.2 Bentuk-bentuk kebebasan 

4.1 Gambar Louis Leahy
Sumber :www.sesawi.net

Secara ringkas Louis Leahy membedakan tiga macam atau bentuk kebebasan, yaitu kebebasan fisik, kebebasan moral dan kebebasan psikologis.

  1. Kebebasan fisik menurut Louis Leahy adalah ketiadaan paksaan fisik. Artinya adalah tidak adanya halangan atau rintangan-rintangan eksternal yang bersifat fisik atau material.
  2. Kebebasan psikologis berarti ketiadaan paksaan secara psikologis. Orang dikatakan bebas secara psikologis jika ia mempunyai kemampuan untuk mengarahkan hidupnya.
  3. Kebebasan moral sebagai ketiadaan paksaan moral hukum atau kewajiban. Kebebasan moral tidak sama dengan kebebasan psikologis. Meskipun demikian antara keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat.

 Disarikan dari :

Disarikan dari materi Binusmaya tentang Human Philosophical Reflections 2: Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom. Pertemuan ke- 5 


Kamis, 19 Maret 2015

Human Philosophical Reflections 1: Greece and Rome Philosophy, Changing Concepts of the Body, and the Games

      1.     Grecce / Yunani

1.1 Pengaruh Yunani

Yunani mengembangkan banyak kepercayaan dunia Barat tentang tubuh dan pendidikan jasmani serta adanya kemungkinan dengan Yahudi dan pengaruh Fenisia.


Terdapat dua sistem metafisi di Yunani:
Naturalistik: kodrat manusia adalah baik spiritual dan jasmani (fisik)
Pendidikan jasmani dan intelektual sangat ditekankan

1.2 Metafisik Yunani

Pandangan yang berlawanan Anti-naturalistik: kodrat manusia diciptakan oleh pikiran

  • Pikiran dijunjung tinggi dari tubuh
  • Pendidikan jasmani tidak diperlukan
Mengingat pendidikan jasmani: hasil posisi metafisik tertentu kedua pandangan yang dipegang pikiran di harga tinggi

  • Berbeda pada pentingnya tubuh
  • Pandangan naturalistik jauh lebih popular

     1.3   Philosophical Positions: The Body

Dualisme

  • Penjelasan eksistensi manusia berdasarkan kedua keyakinan metafisik dan teologis
  • Socrates dan Plato
  • Memiliki implikasi besar bagi pendidikan jasmani
  • Memisahkan eksistensi manusia menjadi dua bagian, pikiran dan tubuh.
1.4   Greek Ideals: Arete and Agon


  • Cita-cita yang selaras dengan setiap Yunani
  • Yunani yang paling mirip dewa ketika berjuang dan bersaing untuk keunggulan
  • Cita-cita Yunani adalah sarjana yang baik-atlet-prajurit

1.1 Herakles
Herakles, wearing a cloak made from the skin of the Nemean lion



Arete

  1. Arete hanya mungkin ketika individu berjuang
  2. Mereka yang berpikir bahwa mereka telah mencapai hal itu telah hilang
  3. Telah disahkan menjadi keangkuhan (kebanggaan berlebihan)
  4. Arete termasuk kebajikan, keterampilan, kecakapan, kebanggaan, keunggulan, keberanian, dan bangsawan (Stephen Miller)
Agon

  1. Agon: Homer direferensikan sebagai tempat pertemuan di mana atletik diadakan
  2. Diperluas dari kompetisi atletik
  3. Termasuk dalam kompetisi musik, puisi, berbicara di depan umum dan acara lainnya
  4. Berkembang menjadi agonis atau kompetitif
  5. Menjadi terkait dengan proses (penderitaan) mempersiapkan untuk kompetisi apapun

2.       Rome

2.1 The Etruscans


  • 1958: penemuan makam yang berisi lukisan rumit yang menggambarkan berbagai adegan olahraga
  • Dikenal sebagai Makam Olimpiade
  • Menggambarkan ras kaki, kontes melompat, diskusi, kereta balap, melompati rintangan kayu, berenang, senam, pertempuran bersenjata
  • Patung menggambarkan pria dan wanita pegulat saling bersaing.
  • Menunjukkan bahwa pria dan wanita Etruscan berdua aktif dan bersaing satu sama lain
  • Olahraga dan festival atletik untuk hiburan

2.2 Roma dan Yunani


  • Roma difokuskan pada praktis dan tujuan yang sangat utilitarian
  • Insinyur sipil yang besar, banyak jalan Romawi masih tetap digunakan
  • Administrator yang sangat efektif
  • Hukum Romawi Dikembangkan
  • Aspek dimasukkan budaya bangsa menaklukkan 'jika mereka menjadikan lebih baik praktek Romawi
  • Yunani sangat enggan untuk melakukan hal ini

3.       Philosophical Positions of the Body and Games

3.1 Philosophical Positions of the Body

  1. Alkitab: kesempurnaan dalam tubuh, pikiran, dan jiwa
  2. Posisi filosofis tubuh muncul dari teologi
  3. Tuhan menciptakan alam semesta, pria dan wanita, pikiran dan tubuh
  4. Tubuh dan jiwa yang baik
  5. Metafisika / ontologi menjadi membingungkan selama perdebatan abad pertengahan
  6. Debat atas alam tubuh Yesus memberikan kontribusi terhadap pemisahan agama Kristen


3.2 Holiday and Ball Games


  1. Petani (budak) kehidupan sangat sulit

  • Dimiliki rumah tapi bekerja tanah sewa untuk perlindungan
  • Rekreasi: hanya pada hari Minggu setelah gereja
  • Budak berpartisipasi dalam permainan dan hiburan
     2. Hari-hari besar dianggap kafir


  • Diperpanjang selama beberapa hari
  • Dipenuhi dengan makanan, hiburan, dan permainan
  • Sering berubah menjadi mabuk bebas

Disarikan :

Disarikan dari power point Binusmaya tentang materi Human Philosophical Reflections 1: Greece and Rome Philosophy, Changing Concepts of the Body, and the Games yang diunduh pada tanggal 17 Maret 2015


Kamis, 12 Maret 2015

Religion and Arts

Religion and Arts

1.Religion/ Agama



1.1 Pengertian Agama

Agama menurut pendapat Wallace merupakan keyakinan sesorang atau ritual dengan makhluk gaib dan kekuatan. Jadi dapat diartikan bahwa agama universal budaya.

1.2 Christian Value



  • Max Weber terkait penyebaran Kapitalisme dengan nilai-nilai pusat iman Protestan: independen, kewirausahaan, kerja keras, berorientasi pada masa depan, dan kebebasan berpikir.
  • Katolik penekanan pada kebahagiaan langsung dan keamanan, dan gagasan bahwa keselamatan itu dicapai hanya ketika imam dimediasi atas nama seseorang, tidak cocok dengan kapitalisme.
1.3 Social Control 

Kekuatan agama mempengaruhi tindakan :

  • Agama dapat digunakan untuk memobilisasi segmen besar masyarakat melalui sistem imbalan nyata dan dirasakan dan hukuman.
  • Perburuan penyihir memainkan peran penting dalam membatasi penyimpangan sosial selain berfungsi sebagai mekanisme leveling untuk mengurangi perbedaan kekayaan dan status antara anggota masyarakat.
  • Banyak agama memiliki kode etik formal yang melarang perilaku tertentu sementara mempromosikan jenis lain perilaku.
  • Agama juga mempertahankan kontrol sosial dengan menekankan sifat sekilas kehidupan.
1.4 Pengalaman tentang Tuhan

Saya ingin menceritakan pengalaman saya saat masa SMA, saya bersekolah di sekolah homogen yang didalamnya hanya ada siswi perempuan. Saat saya kelas 1, saya merasa tidak nyaman disekolah dan adanya tekanan dalam diri saya. Namun ketika saya sempat sakit-sakitan dan tidak mau pergi untuk sekolah selama seminggu. Saya merasakan Tuhan membangkitkan diri saya untuk tidak sakit dan menguatkan saya dalam hal hati yang tertekan. Sedikit demi sedikit saya berubah dan menjadi lebih bersemangat sekolah. Pikiran saya dibantu oleh Tuhan agar saya memandang ke hal-hal yang positif saja dan menjauh dari hal-hal yang membuat saya tertekan. Akhirnya saya merasakan perubahan yang luar biasa meningkat dibandingkan saat saya awal masuk sekolah. Sampai saya lulus pun saya tidak jadi pindah dan kekuatan yang Tuhan berikan pada saya sangat luar biasa. Menurut saya didalam perjalanan hidup saya ini merupakan rancangan Tuhan dan saya harus menjalaninya dengan sebaik mungkin.

                                                1.1 Video Lagu "Seperti Yang Kau Ingini"


2. Arts/ Seni

2.1 Pengertian Seni

Seni sangat sulit untuk didefinisikan, tetapi umumnya mengacu pada manifestasi kreativitas manusia melalui orang mengekspresikan diri dalam tari, musik, lagu, lukisan, patung, gerabah, ayat, prosa, drama, dan komedi.

2.2 Locating Art

  • Di negara-negara, seni bertempat di gedung-gedung khusus seperti museum, gedung konser, dan teater.
  • Dalam non negara, ekspresi seni berlangsung di ruang publik yang telah disisihkan untuk seni.
  • Di negara-negara, kritikus, hakim, dan para ahli menentukan apa yang seni dan apa yang tidak.
  • The Kalabari contoh menunjukkan bahwa tidak semua patung adalah seni karena ukiran kayu yang diproduksi secara eksklusif untuk alasan agama.
2.3 Art, Society and Culture

Seni biasanya fenomena umum yang dipamerkan, dilakukan, dievaluasi, dan dihargai dalam masyarakat.
  • Etnomusikologi adalah studi komparatif musik dunia dan musik sebagai aspek budaya dan masyarakat.
  • Seni rakyat, musik, dan pengetahuan mengacu pada budaya ekspresif orang biasa.
  • Seni adalah suatu bentuk komunikasi sosial
1.2 Wayang Kulit
1.3 Patung
1.4 Tari Pendet


3. Arts and Religion

Definisi antara seni dan agama lebih berfokus dari aspek masing-masing berkaitan dengan bagaimana mereka berbeda dari biasa dan profan / sekuler.

Banyak seni Barat dan non-Barat telah dibuat dalam hubungan dengan agama, tetapi penting untuk diingat bahwa tidak semua seni non-Barat memiliki ritual atau keagamaan yang penting.

Seni dan agama keduanya memiliki tempat formal (museum dan gereja-gereja, kuil) dan informal (taman, rumah, dan tempat-tempat pertemuan reguler).
- Masyarakat tingkat negara bagian memiliki struktur permanen untuk agama dan seni.
- Masyarakat non Negara-tingkat kekurangan struktur permanen untuk agama dan seni.

Disarikan dari :

Pada tanggal 12 Maret 2015, disarikan dari powerpoint Binusmaya tentang Human Diversities 2 : Religion and Arts










Rabu, 11 Maret 2015

Budaya Jawa Timur

BUDAYA JAWA

Budaya Jawa merupakan suatu kebudayaan yang dianut oleh masyarakat jawa seperti Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Budaya Jawa sangat banyak jenis dan macamnya sehingga masyarakat negri maupun luar negri sangat tertarik dengan kesenian yang ada di daerah Jawa. Contoh kesenian yang biasanya menarik perhatian warga asing yaitu wayang kulit, sinden, gamelan, dan masih banyak lagi.

Jawa memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang bermacam-macam mulai dari tarian,lagu,bahasa dll.
Tetapi karena saya sendiri lahir di Surabaya,Jawa Timur. Disini akan saya jelaskan bebrapa kesenian yang ada dikota kelahiran saya ini. 

Kebudayaan Jawa Timur memiliki kesenian yang khas. Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, yakni seni panggung yang biasanya seluruh pemainnya laki-laki. Ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata,yang seringkali ditambahkan dengan humor dan biasanya dibuka dengan Tari Remo.

1.1 Ludruk
1.2 Tari Remo


Sedangkan kesenian ketoprak menceritakan kehidupan istana yangg diselingi dengan lagu-lagu jawa, yang diiringi dengan gamelan.Tema yang sering diangkat dalam kesenian Ketoprak sangat bervariasi sehingga cerita tidak membosankan walaupun bercerita tentang sejarah sekalipun.

1.3 Kesenian Ketoprak
Banyak sekali ya macam-macam kesenian didalam Jawa Timur. Sekarang saya juga ingin memberi penjelasan mengenai Reog Ponorogo yang sangat terkenal di Jawa Timur. 


Reog Ponorogo merupakan salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur, khususnya daerah Ponorogo. Tidak hanya topeng kepala singa saja yang menjadi perangkat wajib kesenian Reog Ponorogo. Tetapi sosok warok dan gemblak yang menjadi bagian dari kesenian ini juga sangat penting. Reog merupakan salah satu budaya daerah yang masih kental dengan hal-hal mistik dan ilmu kebatinan.Agar lebih jelas maka saya tambahkan video tentang Reog Ponorogo yang bisa dilihat para pembaca. 

1.4 Reog Ponorogo

Sekian cerita atau pembahasan mengenai budaya dari kota kelahiran saya Jawa Timur. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan bagi para pembaca. Terima Kasih :)

Disarikan dari :
Tanggal 11 Maret 2015, disarikan dari geografi-andi.blogspot.com Kebudayaan Jawa Timur

Tanggal 11 Maret 2015, disarikan dari http://id.wikipedia.org/ Jawa Timur









Ethnic

Apa itu Etnis?

Etnis atau orang-orang biasa sebut "suku" merupakan suatu kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan yang lain berdasarkan akar dan identitas kebudayaan, terutama bahasa. Koentjaraningrat berpendapat bahwa etnis adalah kelompok manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas tadi sering kali dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Etnis juga dapat ditentukan berdasarkan persamaan asal-usul yang merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan suatu hubungan.

Suku bangsa memiliki kesamaan dalam beberapa kategori, yaitu : 
  • ciri fisik
  • bahasa daerah
  • kesenian
  • adat istiadat
Suku bangsa yang ada di Indonesia sangat banyak antara lain :
    • Pulau Sumatera : Aceh, Batak, Bengkulu, Jambi, Minangkabau, Palembang, Melayu  ,dll
    • Pulau Jawa : Sunda, Jawa, Tengger, dll
    • Pulau Kalimantan : Banjar, Dayak, dll
    • Pulau Sulawesi : Bugis, Makassar, Minahasa, Toraja, Gorontalo, dll
    • Kepulauan Nusa Tenggara : Bali, Bima, Lombok, Flores, Timor, dll
    • Kepulauan Maluku : Ternate, Dani, Asmat, Tidore dll
Berdasarkan penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa etnis merupakan suatu kesatuan sosial yang membedakan kesatuan berdasarkan persamaan asal-usul seseorang. Banyaknya suku bangsa di Indonesia menjadikan Indonesia menjadi negara yang kaya akan budaya dan tradisi didalamnya. 

Disarikan dari :
Pada tanggal 11 Maret 2015, disarikan dari www.psychologymania.com Pengertian Etnis 

Pada tanggal 11 Maret 2015, disarikan dari nuadin.blogspot.com What is Ethnic?







Selasa, 10 Maret 2015

Gender

Apa itu Gender?

Gender adalah hal yang berhubungan dengan fisik, karakteristik biologis, mental dan perilaku yang berkaitan dan yang membedakan antara maskulinitas dan feminitas. Badan dunia WHO memberi batasan mengenai pengertian gender, yaitu gender adalah " Seperangkat peran,perilaku,kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan, yang dikonstruksi secara sosial dalam suatu masyarakat.


Peran Gender :


  • Mengenai perilaku yang tepat, sikap, dan aktivitas dari laki-laki dan perempuan
  • Peran Gender jelas dalam pekerjaan
  • Reaksi kita terhadap orang lain
Perempuan
Self-image berkembang dalam laki-laki dan perempuan melalui:

  • Identifikasi dengan jenis kelamin yang sama
  • keluarga
  • media
Pria

Anak laki-laki yang berhasil beradaptasi dengan standar budaya maskulinitas dapat tumbuh menjadi pria tanpa ekspresi yang tidak bisa berbagi perasaan dengan orang lain

Cross-cultural perspective


Stratifikasi gender dalam setiap masyarakat membutuhkan:
  1. Sosialisasi individu menjadi peran gender tradisional dalam keluarga
  2. Promosi dan dukungan dari peran-peran tradisional dengan lembaga-lembaga sosial lainnya
  3. Setiap masyarakat memiliki pria dan wanita yang menentang dan menolak stereotip berhasil

1.1 male and female
Disarikan dari :
Tanggal 10 Maret 2015, disarikan dari pengertianx.blospot.com Pengertian Gender
Tanggal 10 Maret 2015, disarikan dari powerpoint Binusmaya tentang HUman Diversities 1 : Language, Gender, Ethnicity, and Culture

Senin, 09 Maret 2015

Bahasa

Apa itu Bahasa?

Pengertian Bahasa

Bahasa merupakan bentuk alat komunikasi manusia yang berupa lambang bunyi melalui alat ucap, dimana setiap suara yang dikeluarkan memiliki sebuah arti. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan sebagai sistem bunyi yang arbiter yang digunakan oleh masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. Selain bahasa menjadi sara komunikasi, bahasa juga ditularkan pada pembelajaran sebagai bagian dari enkulturasi.

Call System atau Sistem Panggilan

Sistem panggilan terdiri dari sejumlah suara yang dihasilkan sebagai respon terhadap ransangan tertentu. (misalnya makanan atau bahaya). Sistem panggilan biasanya tidak dapat digabungkan untuk menghasilkan panggilan baru. Walaupun beberapa jenis hewan menggunakan sistem panggilan tetapi vokal mereka tidak cocok untuk pidato.

Bahasa menurut para ahli:

  • Harimurti Kridalaksana 
Menurut pendapat Harimurti Kridalaksana bahasa merupakan bunyi bermakna yang dipergunakan untuk komunikasi oleh kelompok manusia.

1.1 Harimurti Kridalaksana
  • Finocchiaro
Menurut pendapat Finocchiaro, bahasa adalah simbol vokal yang arbitrer yang memungkinkan semua orang dalam suatu kebudayaan tertentu, atau orang lain yang mempelajari sistem kebudayaan itu, berkomunikasi atau berinteraksi. 

1.2 Finocchiaro

Fungsi bahasa

Bahasa yang berfungsi sebagai alat komunikasi untuk berinteraksi memiliki fungsi-fungsi lain seperti untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, untuk pemuasan rasa estetis manusia, sebagai kunci untuk mempelajari ilmu pengetahuan lain. Karena tanpa adanya bahasa, maka perkembangan IPTEK pun tidak dapat tumbuh dan berkembang. Dalam berbahasa sangat banyak fungsi atau manfaat jika kita dapat menguasai bahasa dengan baik. Untuk itu kita harus terus melestarikan bahasa Indonesia dan tidak melupakannya. Karena pada era saat ini bahasa Indonesia yang baik sangat jarang digunakan oleh masyarakat Indonesia. 

Disarikan dari :

Pada tanggal 9 Maret 2015, disarikan dari risanputtra.wordpress.com Pengertian Bahasa, Aspek, dan Fungsinya

Pada tanggal 9 Maret 2015 , disarikan dari powerpoint Binusmaya tentang Human Diversities 1: Language, Gender, Ethnicity, and Culture



Rabu, 04 Maret 2015

Profile Kelompok




Nama Kelompok "Excelsior"






Nama Anggota kelompok:

  • Dimas Arif Mustaqim
  • Floretta Agnesia Kana
  • Ranggit Noorlintang
  • Rigella Ribka
  • Syadza Nabilah

Nama Kelompok kami yaitu "Excelsior" memiliki arti yaitu berusaha lebih baik dan selalu berpikiran positif walaupun situasi dan kondisi tidak menjadi teman kita. Semoga kedepannya kelompok kami bisa lebih kompak dalam mengerjakan berbagai tugas dan saling membantu disaat apapun. 

Thank You :)

1.1 Excelsior Duduk

1.2 Excelsior Berdiri



Minggu, 01 Maret 2015

Psikologi

Apa itu Psikologi?

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan proses mental. Menurut asal katanya Psikologi berasal dari Yunani Kuno Psyche yang memiliki arti jiwa dan logia yang berarti ilmu. Jadi psikologi juga dapat diartikan ilmu tentang jiwa.

Sejarah singkatnya, pada tahun 1879 Willhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama di University of Leipzig di Jerman. Dengan berdirinya laboratorium dan adanya metode ilmiah untuk memahami manusia maka lengkaplah psikologi menjadi ilmu pengetahuan. Semenjak laboratorium itu didirikan maka jadilah tanggal berdirinya psikologi. 

Akar dari Psikologi,yaitu :

  • Wilhem Wundt
- Strukturalime
- Berfokus mengungkapkan komponen mental yang mendasari persepsi, kesadaran, pemikiran, emosi, dan jenis lain dari kondisi mental dan kegiatan.

  • William James
- Fungsionalisme
- Membahas tentang apa yang dipikirkan dan bagaimana fungsi berperilaku
- Arus kesadaran

  • Gestalt Psychology
- Menekankan bagaimana persepsi diatur
- Seluruhnya berbeda dari bagian-bagiannya

Wilhem Wundt
William James

Disarikan dari :

Pada tanggal 1 Maret 2015, disarikan dari id.wikipedia.org Psikologi

Pada tanggal 1 Maret 2015, disarikan dari power point Binusmaya tentang Human Realities in the light of Sociology, Anthropology, Philosophical Anthropology, and Psychology


Antropologi


Apa itu Antropologi?

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia. Kata antropologi berasal dari bahasa Yunani yaitu anthropos yang berarti manusia dan logos yang memiliki arti wacana. Pengertian antropologi selain ilmu yang mempelajari manusia juga membahas mengenai keanekaragaman tentang suatu kebudayaan dan tradisi-tradisi yang ada.

Berikut ini beberapa cabang dari antropologi :

  1. Antropologi Fisik : cabang yang membahas mengenai hubungan antara kebudayaan dan manusia secara biologis
  2. Antropologi Budaya : cabang terbesar dalam antropologi yang membahas keanekaragaman budaya
  3. Antropologi Linguistik : cabang antropologi yang mengkaji tentang keanekaragaman bahasa
  4. Arkeologi : cabang yang terpisah dari antropologi tetapi mambahas tentang kebudayaan dimasa lalu
  5. Etnologi : cabang dari antropologi yang mempelajari sejarah perkembangan kebudayaan manusia 

Tokoh dalam Antropologi :

  • William A Haviland
Menurut William A Haviland, ahli antropologi asal Amerika Serikat. Pengertian Antropologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari keanekaragaman manusia dan kebudayaannya.

William A Haviland

  • Koentjaraningrat
Koentjaraningrat merupakan ahli Antropologi Indonesia. Pengertian Antropologi menurut Koentjaraningrat adalah ilmu yang mempelajari umatt manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat dan kebudayaan yang dihasilkan oleh manusia.

Koentjaraningrat

Disarikan dari : 

Pada tanggal 1 Maret 2015, disarikan dari id.wikipedia.org Antropologi
Pada tanggal 1 Maret 2015, disarikan dari www.pengertianahli.com Pengertian Antropologi dan Cabang Antropologi