Cute Box Bear “Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself.” ― George Bernard Shaw

Jumat, 05 Juni 2015

Ringkasan Materi

Saya akan menjelaskan tentang ringkasan materi pertemuan ke-4, ke-5 dan ke 6.

Human Philosophical Reflections 1: Greece and Rome Philosophy, Changing Concepts of the Body, and the Games


    1.     Grecce / Yunani

1.1 Pengaruh Yunani

Yunani mengembangkan banyak kepercayaan dunia Barat tentang tubuh dan pendidikan jasmani serta adanya kemungkinan dengan Yahudi dan pengaruh Fenisia.


Terdapat dua sistem metafisi di Yunani:
Naturalistik: kodrat manusia adalah baik spiritual dan jasmani (fisik)
Pendidikan jasmani dan intelektual sangat ditekankan

1.2 Metafisik Yunani

Pandangan yang berlawanan Anti-naturalistik: kodrat manusia diciptakan oleh pikiran

  • Pikiran dijunjung tinggi dari tubuh
  • Pendidikan jasmani tidak diperlukan
Mengingat pendidikan jasmani: hasil posisi metafisik tertentu kedua pandangan yang dipegang pikiran di harga tinggi

  • Berbeda pada pentingnya tubuh
  • Pandangan naturalistik jauh lebih popular

     1.3   Philosophical Positions: The Body

Dualisme

  • Penjelasan eksistensi manusia berdasarkan kedua keyakinan metafisik dan teologis
  • Socrates dan Plato
  • Memiliki implikasi besar bagi pendidikan jasmani
  • Memisahkan eksistensi manusia menjadi dua bagian, pikiran dan tubuh.
1.4   Greek Ideals: Arete and Agon

  • Cita-cita yang selaras dengan setiap Yunani
  • Yunani yang paling mirip dewa ketika berjuang dan bersaing untuk keunggulan
  • Cita-cita Yunani adalah sarjana yang baik-atlet-prajurit

Gambar 1.1 Arete
Sumber : games.dungeonmastering.com 

Arete

1.     Arete hanya mungkin ketika individu berjuang
2.     Mereka yang berpikir bahwa mereka telah mencapai hal itu telah hilang
3.     Telah disahkan menjadi keangkuhan (kebanggaan berlebihan)
4.     Arete termasuk kebajikan, keterampilan, kecakapan, kebanggaan, keunggulan, keberanian, dan bangsawan (Stephen Miller)
Agon

1.     Agon: Homer direferensikan sebagai tempat pertemuan di mana atletik diadakan
2.     Diperluas dari kompetisi atletik
3.     Termasuk dalam kompetisi musik, puisi, berbicara di depan umum dan acara lainnya
4.     Berkembang menjadi agonis atau kompetitif
5.     Menjadi terkait dengan proses (penderitaan) mempersiapkan untuk kompetisi apapun
Gambar 1.2 Agon
Sumber : pages.uoregon.edu 

2.       Rome

2.1 The Etruscans


  • 1958: penemuan makam yang berisi lukisan rumit yang menggambarkan berbagai adegan olahraga
  • Dikenal sebagai Makam Olimpiade
  • Menggambarkan ras kaki, kontes melompat, diskusi, kereta balap, melompati rintangan kayu, berenang, senam, pertempuran bersenjata
  • Patung menggambarkan pria dan wanita pegulat saling bersaing.
  • Menunjukkan bahwa pria dan wanita Etruscan berdua aktif dan bersaing satu sama lain
  • Olahraga dan festival atletik untuk hiburan

2.2 Roma dan Yunani


  • Roma difokuskan pada praktis dan tujuan yang sangat utilitarian
  • Insinyur sipil yang besar, banyak jalan Romawi masih tetap digunakan
  • Administrator yang sangat efektif
  • Hukum Romawi Dikembangkan
  • Aspek dimasukkan budaya bangsa menaklukkan 'jika mereka menjadikan lebih baik praktek Romawi
  • Yunani sangat enggan untuk melakukan hal ini

3.       Philosophical Positions of the Body and Games

3.1 Philosophical Positions of the Body

1.     Alkitab: kesempurnaan dalam tubuh, pikiran, dan jiwa
2.     Posisi filosofis tubuh muncul dari teologi
3.     Tuhan menciptakan alam semesta, pria dan wanita, pikiran dan tubuh
4.     Tubuh dan jiwa yang baik
5.     Metafisika / ontologi menjadi membingungkan selama perdebatan abad pertengahan


Human Philosophical Reflections 2: Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom

1. Knowledge (Pengetahuan)

Gambar 1.1 Knowledge
Sumber : www.southsouth.info

1.1 Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan tidak bisa dipandang seperti memandang suatu objek yang terdapat di sana, didepan subjek, yang dapat dijangkau oleh pandangan dan oleh tangan manusia. Permasalahan kritis di sini adalah kompleksitas pengetahuan manusia yang sulit dijangkau secara lengkap, utuh, dan paripurna oleh budi manusia yang terbatas.

1.2 Jenis-jenis Pengetahuan

1. Pengetahuan indrawi lahir atau indrawi luar adalah saat orang mencapainya secara langsung, melalui penglihatan, pendengaran, pembau, perasaan, serta peraba setiap kenyataan yang mengelilinginya.

2. Pengetahuan indrawi batin adalah ketika menampakkan dirinya kepada orang dengan ingatan dan khayalan, baik mengenai apa yang tidak ada lagi atau yang belum pernah ada maupun yang terdapat di luar jangkauannya.

3. Pengetahuan perseptif, adalah ketika muncul secara spontan, pengetahuan itu memungkinkan orang untuk menyesuaikan dirinya secara langsung dengan situasi yang disajikan. Pengetahuan dalam arti ini lebih menyatakan dirinya melalui gerakan tangan, tingkah laku, gerakan-gerakan, sikap-sikap, tindakan, serta jerit teriakan, daripada dengan perkataan yang dipikirkan atau dengan keterangan yang jelas.

4. Pengetahuan refleksif adalah ketika pengetahuan itu membuat objektif kodrat dari suatu realitas apa pun juga. Pengungkapannya adalah, baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, serta putusan-putusan maupun dalam bentuk lambang, mitos, atau karya-karya seni.

5. Pengetahuan diskursif adalah pengetahuan yang memperhatikan suatu aspek dari benda kemudian suatu aspek yang lain, ketika pengetahuan itu pergi dan datang dari keseluruhan ke bagian-bagian, dan dari bagian-bagian ke keseluruhan. Pengetahuan dalam arti ini lebih menampakkan diri sebagai sesuatu yang datang dari sebab ke akibat dan dari akibat ke sebab, dari prinsip ke konsekuensi dan dari konsekuensi ke prinsip, dan sebagainya.

6. Pengetahuan intuitif adalah ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya.

7. Pengetahuan induktif, bila menarik yang universal dari yang individual

8. Pengetahuan deduktif, bila menarik yang individual dari yang universal.

9. Pengetahuan kontemplatif adalah saat mempertimbangkan benda-benda dalam dirinya dan untuk dirinya sendiri.

10. Pengetahuan spekulatif adalah saat mempertimbangkan benda-benda dalam bayangan-bayangan dan ide-ide, atau konsep-konsep tentang benda-benda itu.

11. Pengetahuan Praktis adalah saat mempertimbangkan benda-benda menurut bagaimana mereka bisa dipergunakan.

12. Pengetahuan sinergis adalah akumulasi dari seluruh daya kemampuan dari subjek (yang sedang mengetahui).

Keseluruhan jenis pengetahuan ini dikoordinasikan dari anggota-anggotanya, organ-organnya, dan kemampuan-kemampuannya, yang indrawi dan intelektif.


2. Intelligence (Kecerdasan)


Gambar 1.2 Intellegence
Sumber : blogs.incpas.org 

2.1 Pengertian

Istilah Inteligensi diambil dari kata intellectus dan kata kerja intellegere (bahasa Latin). Kata intellegere terdiri dari kata intus yang artinya dalam pikiran atau akal, dan kata legere yang berarti membaca atau menangkap. Kata intellegere dengan ini berarti membaca dalam pikiran atau akal segala hal dan menangkap artinya yang dalam. 
Inteligensi adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan situasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi fungsi-fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptual, abstraksi, imajinasi, atensi, konsentrasi. seleksi relasi, rencana, ekstrapolasi, prediksi, kontrol (pengendalian), memilih, mengarahkan. Berbeda dengan naluri, kebiasaan, adat istiadat, hafalan tanpa mempergunakan pikiran, tradisi.
Pada tingkat intelek (pemahaman) yang lebih tinggi, inteligensi juga dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah-masalah (soal-soal kebingungan) dengan penggunaan pemikiran abstrak.

2.2 Bentuk-Bentuk Kegiatan Intelektif Manusia

  • Pengetahuan intelektif yang paling rendah atau yang paling sederhana adalah penglihatan atau penanggapan (persepsi). Kegiatan intelektif pada tahap yang rendah atau sederhana ini umumnya digerakkan secara tidak sadar dan prareflektif. Persepsi ini, misalnya, tampak pada refleksi spontan, prasadar, dan prapribadi.

  • Bentuk pengetahuan intelektif berikutnya adalah aprehensi (penampakan) yaitu bentuk pengetahuan di mana sudah terdapat kesadaran, meskipun subjek menerima apa yang terjadi pada dirinya secara pasif tanpa diinginkannya. Heidegger dalam pandangan fenomenologi eksistensialnya antara lain menyebut kegiatan inteligensi ini sebagai sesuatu penerangan atau satu tindakan penyingkapan dan pemanifestasian

  • Insight yang merupakan penangkapan intelektual secara mendadak mengenai objek. Melalui tahap ini inteligensi manusia tidak hanya menyadari secara pasif apa yang terjadi, tetapi berusaha untuk menangkap esensi atau hakikat atau inti peristiwa tertentu.

  • Pengetahuan yang semakin kompleks lagi adalah kegiatan bernalar yang bersifat diskursif. Istilah diskursif dari kata di-curres artinya berlari ke berbagai arah melalui induksi, deduksi, refleksi, subjektif-objektif, dan sebagainya (Leahy, 1993: 132).

  • Tahap kegiatan intelektual yang lebih tinggi adalah tahap keputusan sebagai keyakinan akan kebenaran atau kesalahan dari hasil penyelidikan tertentu.

3. Affection (Afeksi)

Gambar 1.3 Afeksi
Sumber : annajabanyuasin.blogspot.com

3.1 Pengertian



Cipta (kognisi), karsa (konasi), rasa (afeksi), itulah trias-dinamika manusia, atau manusia sebagai trias-dinamika.Diakui bahwa manusia bukan saja memiliki kemampuan kognitif-intelektual, tetapi juga afektivitas. Jelasnya, di samping pengetahuan, afektivitas juga membuat manusia berada secara aktif dalam dunianya serta berpartisipasi dengan orang lain dan dengan peristiwa-peristiwa dunianya.

3.2 Kondisi subjek melahirkan afektivitas

Jadi, untuk mencapai afektivitas, subjek harus berada dalam kondisi dimana subjek akan melahirkan kegiatan afektif. Adapun kondisi-kondisi tersebut ialah:

  • Pertama, antara subjek dan objek harus ada ikatan kesamaan atau kesatuan itu sendiri, karena ketika tidak ada kesamaan maka tidak akan ada afektivitas.
  • Kedua, nilai (baik dan buruk), dalam kondisi ini, ketika objek dipandang memiliki sebuah nilai maka subjek akan melahirkan kegiatan afektif
  • Ketiga, sifat dasariah dan kecenderungan kognitif, pada kondisi ini subjek akan dalam melakukan sebuah afektif harus ditunjang dengan sebuah sifat dasariah yang akan mendorong dia untuk lebih cenderung, selera, berkeinginan akan sesuatu yang pada akhirnya akan menimbulkan kegiatan afektif yang ternyata memang sesuai dengan sifat dasariah tersebut.
  • Keempat, mengenal adalah kausa dari afektivitas. Dalam proses mengenal subjek akan mengalami kondisi dimana dia harus berusaha mendefinisikan objek yang akan dikenalinya
  • Kelima, imajinasi. Untuk menimbulkan kegiatan afektif maka imajinasi dapat menjadi sebuah pendorong, semangat, mempengaruhi bahkan membohongi.

4. Freedom (Kebebasan)

4.1 Pengertian


Manusia akan mungkin merealisasikan dirinya secara penuh jika ia bebas.  Gagasan kebebasan semacam ini selalu aktual dalam hidup manusia selain karena kebebasan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari diri manusia, juga karena kebebasan itu dalam kenyataannya merupakan suatu yang bersifat "fragile"; kebebasan bersifat sensitif dan rapuh. Manusia adalah makhluk yang bebas, namun sekaligus manusia adalah makhluk yang harus senantiasa memperjuangkan kebebasannya. “Freedom is self-determination”. Berdasarkan pengertian itu dapat dikatakan bahwa kebebasan merupakan sesuatu sifat atau ciri khas perbuatan dan kelakuan yang hanya terdapat dalam manusia dan bukan pada binatang atau benda-benda.



Human Organizations: Group, Communities, Famillies, Cities, and States

1. Group


Gambar 1.1 Groups
Sumber : blog.ebta.nu 


Groups atau kelompok adalah sejumlah orang dengan norma, nilai-nilai, dan harapan yang mirip dan berinteraksi secara teratur.

1.1 Terdapat berbagai macam tipe groups:

1.1.1 Primary Group

Kelompok kecil yang intim, berasosiasi dan bekerja sama face-to-face atau dengan bertemu.

1.1.2 Secondary Group

Formal, bersifat umum, hanya sedikit keintiman sosial dan saling pengertian yang ada.


1.1.3 In Group

Suatu group atau kategori dimana seseorang merasa disana tempat mereka seharusnya.

1.1.4 Out Group

Suatu group atau kategori dimana seseorang merasa disana bukan tempat mereka.

1.1.5 Reference Group

Suatu group dimana seseorang menggunakannya sebagai standar untuk mengukur perilaku mereka sendiri.

1.2 Small Group

Dimana group sudah cukup kecil untuk anggota group berinteraksi terus-menerus.

1.2.1 Dyad adalah group yang terdiri dari dua orang

1.2,2 Triad adalah group yang terdiri dari tiga orang

2. Family


Family atau keluarga adalah orang-orang yang berhubungan darah, perkawinan, atau hubungan yang disepakati lainnya, atau adopsi yang berbagi tanggung jawab utama untuk reproduksi dan merawat anggota masyarakat.

Gambar 1.2 Family
Sumber : cbs-academic-housing.dk 

2.1 Komposisi Keluarga

2.1.1 Nuclear Family

Keluarga yang terdiri dari keluarga inti seperti ayah,ibu, dan anak-anaknya.

2.1.2 Extended Family

Suatu kelurga dimana terdapat keluarga lain seperti kakek, nenek, om, tante, dll. yang tinggal satu rumah dengan keluarga inti yang terdiri dari ayah,ibu, dan anak-anaknya.

2.1.3 Polygamy

Ketika seorang individu memiliki beberapa suami atau istri secara bersamaan.

2.1.4 Polyginy

Seorang pria yang memiliki lebih dari satu istri.

2.1.5 Polyandry

Seorang wanita yang memiliki lebih dari satu suami.

2.2 Pola Kinship

2.2.1 Bilateral Descent

Kedua belah pihak keluarga seseorang dianggap sama pentingnya.

2.2.2 Patrilineal Descent

Hanya keluarga dari pihak ayah yang dianggap penting.

2.2.3 Matrilineal Descent

Hanya keluarga dari ibu yang dianggap penting.

2.3 Authority Patterns

2.3.1 Patriarchy

Laki-laki yang diperkirakan akan mendominasi dalam semua pengambilan keputusan keluarga.

2.3.2 Matriarchy

Wanita memiliki kewenangan yang lebih besar daripada laki-laki.

2.3.3 Egalitarian family

Keluarga dimana ayah dan ibu dianggap mempunyai kewenangan yang sama.

2.4 Enam Fungsi keluarga:

1. Protection atau perlindungan
2. Socialization atau sosialisasi
3. Reproduction atau reproduksi
4. Regulation of sexual behavior atau Peraturan perilaku seksual
5. Affection and companionship atau kasih sayang dan persahabatan
6. Provision of social status atau pemberian status sosial


3. Communities
Gambar 1.3 Community
Sumber : depts.washington.edu




3.1 Early Communities

Tergantung pada lingkungan fisik untuk pasokan makanan.Masyarakat hortikultura menyebabkan perubahan dramatis dalam organisasi sosial manusia. Tidak lagi diperlukan untuk bergerak mencari makanan. Masyarakat yang stabil membantu mendirikan surplus makanan.

4. Cities
Gambar 1.4 Cities
Sumber : www.leeabbamonte.com

4.1 Preindustrial Cities

Hanya beberapa ribu orang yang tinggal dalam perbatasan mereka. Ditandai dengan sistem kelas yang relatif tertutup dan mobilitas sosial yang terbatas. Status biasanya didasarkan pada karakteristik darimana berasal, dan pendidikan yang terbatas pada elit.

Masih kecil karena :
·         Ketergantungan pada kekuatan hewan
·         Tingkat sederhana surplus
·         Masalah transportasi dan penyimpanan makanan
·         Kesulitan migrasi ke kota
·         Bahaya kehidupan kota

4. 2 Industrial and Postindustrial Cities
  •  Industri kota : lebih padat penduduk dan kompleks daripada pendahulunya
  • Pascaindustri Kota : keuangan global dan aliran informasi elektronik mendominasi perekonomian
  •  Urbanisme : relatif besar dan pemukiman permanen menyebabkan pola khas perilaku.Urbanisasi menjadi aspek utama bagi kehidupan di AS. Selama berabad-abad ke-20 dan ke-19 dan awal, urbanisasi yang cepat terjadi dikota-kota Eropa dan Amerika Utara. Sejak Perang Dunia II, urban “ledakan” melanda Negara-negara berkembang di dunia.



4.3 Lima Jenis Tipe yang terdapat di kota menurut Gans:

  • Cosmopolites
  • Tidak menikah dan tidak mempunyai anak
  • Desa etnik
  • Kota yang dirampas
  • Kota yang terjebak


4.4 Masalah yang terdapat di kota:

  • kejahatan
  • polusi
  • sekolah-sekolah
  • transportasi yang tidak memadai

4.5 Suburbs

Setiap komunitas dekat kota besar. Tiga factor sosial membedakan pinggiran kota dari kota-kota: 
  •   Kurang padat daripada kota-kota
  •   Ruang pribadi
  •  Kode bangunan yang lebih menuntut


Ekspansi Suburban
Suburbanisasi paling dramatis dan tren bagi penduduk As selama abad ke- 20. Keanekaragaman dipinggiran kota. Pinggiran kota mengandung sejumlah masyarakat berpenghasilan rendah dari semua latar belakang.

5. States
Gambar 1. 5 Animasi Negara
Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcxJg_5Qs5AeDzO0yesYgsM3WXIioRenEEK6BPy35M9Oeo-BjdFT4cJZnFC0siLO4VHqsF9PPRuD9imdrPAuYy7ouGFaco1YQ2yXDYBd46QzIDdNmEYaeIEolCCBfLwOAo571dDvgXXgA/s1600/world_flags_moving_500_clr17.gif 

Sebuah negara adalah masyarakat dengan pemerintah pusat formal, dan pembagian masyarakat ke dalam kelas. Sebuah negara mengendalikan wilayah daerah tertentu. Negara memiliki ekonomi pertanian produktif, mendukung populasi padat. Negara apada awalnya telah memaksakan bangunan umum dan arsitektur, termasuk kuil, istana, dan gudang. Negara mengembangkan bebrapa bentuk system pencatatan, biasanya dalam naskah tertulis.


5.1 Eligatarian Society

Kebanyakan biasanya ditemukan di antara pemburu dan suku.
Masyarakat ini tidak memiliki perbedaan statusnya kecuali yang berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kualitas individu, bakat, dan prestasi. Semua orang dilahirkan sama, tapi selama hidup mereka mencapai status yang berbeda.

5.2 Ranked Society

Masyarakat ini memiliki ketidaksetaraan turun-temurun, tetapi kuramg dalam stratifikasi sosial.
Ada kontinum status sebagai individu yang peringkat dalam hal jarak silsilah mereka dari kepala.
Tidak semua masyarakat peringkat yang chiefdom, hanya mereka yang ada adalah hilangnya otonomi desa disebut chiefdom.

5. 3 Alasan Negara dapat runtuh

·         Invasi
·         Penyakit
·         Degradasi Lingkungan
·         Negara runtuh ketika mereka gagal untuk melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan seperti menjaga ketertiban sosial, melindungi diri terhadap orang luar, dan memungkinkan orang untuk makan sendiri.

Disarikan dari :

1. Materi Ringkasan Pertama, disarikan dari power point Binusmaya tentang materi Human Philosophical Reflections 1: Greece and Rome Philosophy, Changing Concepts of the Body, and the Games yang diunduh pada tanggal 17 Maret 2015

2. Materi Ringkasan kedua, disarikan dari materi Binusmaya Pertemuan ke-5 tentang Human Philosophical Reflections 2: Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom.


3. Materi Ringkasan ketiga, disarikan dari binusmaya Pertemuan ke-6 (9-10 April 2015) Human Organizations : Group, Communities, Famillies, Cities, and States . Copyright 2007 by the McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.