Dadan Erawan dan Ginanjar MS
Dadan Erawan dan Ginanjar Ms membuat sekolah yaitu SMK Widya Mukti. Mereka berusaha mengajak anak-anak yang memiliki kendala-kendala untuk melanjutkan sekolah untuk kembali melanjutkan sekolah. Menurut Dadan, kebiasaan turun ke lapangan mencari murid sudah dilakukan sejak SMK Widya Mukti berdiri tiga tahun yang lalu. Mereka mengajak anak usia sekolah yang terkendala faktor geografis dan biaya untuk kembali belajar.
Saat mencari murid untuk kembali melanjutkan sekolah, banyak orang tua yang menolak namun banyak juga orangtua siswa yang mengubah pandangan mereka. Enung adalah salah seorang diantaranya. Awalnya, ia menganggap lulus SMP cukup bagi anaknya karena berat biaya yang harus ditanggung. Namun semenjak ada SMK Widya Mukti yang dipromosikan oleh Dadan dengan biaya yang tidak besar atau semampunya membuat Enung merestui anaknya untuk kembali bersekolah.
Ginanjar MS yang merupakan guru di SMK Widya Mukti bertanggung jawab mendampingi program kewirausahaan yang akan diadakan untuk melatih siswa dalam berwirausaha. Ada 16 siswa yang mengikuti kegiatan tersebut dan dibagi menjadi dua kelompok. Dengan modal rp 100.000 per kelompok, mereka memasak dan menjual makanan ringan dari tepung kanji. Akhirnya mereka pun menjual makanan tersebut dan mengasah kemampuan wirausaha mereka agar dapat menjadi bekal ketika mereka lulus nanti.
Perjalanan dalam mengembangkan SMK Widya Mukti tidak semuanya berjalan mulus. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Permasalahannya adalah jumlah murid yang naik turun dan tidak pasti. Namun sekarang ini angkatan ketiga mencapai 45 siswa dan mereka ingin untuk mempertahankannya.
Guru-guru dibuat bangga dengan prestasi yang diraih oleh Aas Trisnawati yang menyabet juara III di ajang Semarak Inovasi Pengembangan Pertanian Indonesia 2013 di Bogor. Karya tulis berjudul " Analisis Jumlah Petani di Tasikmalaya" memikat juri, Segala bakat besar bangsa dapat tumbuh dimana saja. Hanya butuh kemauan dan kesempatan agar membuatnya lebih harum.
Menurut pendapat saya sosok Dadan Erawan dan Ginanjar MS merupakan sosok yang peduli akan pendidikan anak-anak kurang mampu dan mereka berusaha mengajak anak-anak usia sekolah untuk kembali melanjutkan sekolah agar dapat belajar bersama tanpa memikirkan biaya sekolah. Dengan adanya ajakan seperti ini anak-anak semakin termotivasi menjadi pelajar yang baik agar dimasa depan mereka bisa menjadi orang yang hebat dan membanggakan orangtua mereka.
Sumber : Koran Kompas ( Rabu, 19 November 2014)
Nama : Floretta Agnesia Kana
Kelas : La64
NIM : 1801379514
Selamat membaca dan Terima kasih :)
Biaya pendidikan di negara kita ini memang sudah mulai semakin sulit dijangkau. Sehingga banyak sekali anak - anak yang seharusnya masih menimba ilmu justru tepaksa harus berhenti sekolah bahkan sebagian ada yang memutuskan untuk menikah dan bekerja. Hal - hal inilah yang mengetuk hati kedua sosok tersebut untuk melakukan kegiatan yang begitu dermawan ini. Semoga dengan adanya tulisan ini, kita dan tentunya juga pemerintah bisa terketuk pula hatinya untuk melakukan kegiatan mulia tersebut agar Bangsa Indonesia semakin maju dan berpendidikan
BalasHapusMendirikan sebuah sekolah untuk anak-anak yang kurang mampu dalam soal biaya tentunya tidak berjalan mulus. Pastinya banyak akan hambatan yang mereka jalani. Tetapi dengan rasa peduli yang tinggi akan pendidikan mereka berdua telah mengajak anak-anak untuk kembali bersekolah dengan biaya yang semampunya. Mereka mengajarkan kepada anak-anak bagaimana cara berwiraswasta. Setelah saya membaca sosok ini saya sangat terinspirasi untuk membantu para anak-anak yang kurang mampu dengan sedikit ilmu yang saya miliki. Semoga masih banyak orang-orang yang diluar sana yang masih peduli akan pendidikan
BalasHapusPendidikan dan perekonomian di era saat ini, memang tergolong sulit, sehingga banyak masyarakat, terutama yang tidak mampu, lebih memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan mereka. Tetapi berkat dua tokoh diatas, anak-anak yang minim pendidikannya, mampu melanjutkan pendidikannya kembali dengan cara diajarkannya mereka berwirausaha. Semoga semakin pembangunan pendidikan untuk masyarakat yang kurang mampu dapat semakin berkembang, dan semoga pemerintah juga dapat membuka tangannya untuk membantu mereka.
BalasHapus