Andi Muhammad Aslam
Melawan Narkoba dan HIV/AIDS
Pada
akhir Juni 2014 Andi Muhammad Aslam menerima penghargaan dari Wakil Presiden
Boediono sebagai tokoh penggiat penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Sesuatu
yang tak dia sangka mengingat semua prosesyang berawal dari jalan-jalan iseng
ke kota Bontang, Kalimantan Timur.
Pada
tahun 2002 Aslam mengunjungi kota Bontang, kota kecil yang berjarak 100
kilometer dari ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda. Dia hanya berniat untuk
berlibur mengambil waktu santai dari pekerjaannya. Namun, saat itu Aslam malah
tertarik dengan kawasan prostitusi Prakla. Semakin lama keluyuran ia semakin
penasaran untuk mengetahui “isi dapur” dari kawasan prostitusi tersebut serta
keseharian dalam lingkungan prostitusi tersebut.
Semakin
hari ia ke tempat prostitusi tersebut, ia semakin bisa mengajak beberapa orang
PSK yang bekerja disana mengenai pekerjaan mereka. Mungkin pada awalnya para
PSK yang ada ditempat itu tidak terlalu terbuka dengan masalah atau kesehatan
dirinya. Tetapi semakin sering Aslam mengajak berbicara akhirnya para pekerja
itu mau menceritakan kisahnya selama bekerja ditempat prostitusi tersebut.
Namun,
pada saat itu, HIV/AIDS atau penyalahgunaan narkoba masih belum menjadi
perhatian. Soal kesehatan bulum diobrolkan antar-PSK karena mereka masih
berkutat pada kompetisi mendapatkan konsumen karena itu terkait dengan duit.
Para PSK tersebut sering mengalami sakit tapi tetap membiarkan diri mereka
bekerja terus menerus demi mendapatkan uang.
Setelah
itu barulah Aslam menyampaikan soal HIV/AIDS dan apa bahayanya. Namun, ia tidak
sampai menganjurkan mereka untuk keluar dari pekerjaan secara langsung
melainkan membicarakan kalau mereka tetap bekerja seperti itu mereka akan terus
sakit dan jikalau mereka sakit biaya yang ditanggung akan jauh lebih besar
lagi. Akhirnya pemerintah kota Bontang memperhatikan apa yang diupayakan Aslam.
Aslam
mendapat dukungan dana dari walikota Bontang dan uang tersebut akhirnya
digunakan untuk mendirikan lembaga advokasi dan rehabilitasi sosial yang diberi
nama Yayasan Laras. Aslam pun mulai mengajak beberapa teman untuk membantunya
memberikan konseling. “Inilah pentingnya keluarga, teman, dan lingkungan yang
mendukung. Mau seberapa hebat konseling dan daya tahan, juga optimisme, tapi
ketika mereka kembali ke keluarga tidak diterima, mereka seketika patah
harapan,” ucap Aslam.Pada akhirnya Aslam mencanangkan “perang sampai akhir”
untuk upaya penanggulangan HIV/AIDS dan narkoba. Sesuatu yang baik pasti aka
nada hasilnya.
Menurut
pendapat saya sosok Andi Muhammad Aslam memiliki pemikiran yang hebat tentang
masalah social yang tersebar dikota Bontang dan dia juga mau berniat
memperbaiki mental para pekerja prostitusi tersebut menjadi lebih baik dengan
cara konsultasi dengan dirinya. Lalu sosok Aslam sangat serius membantu
orang-orang agar keluar dari pekerjaan sebagai PSK karena itu merupakan
pekerjaan yang dapat membuat sakit dan depresi. Lembaga yang ia dirikan yang
bernama Yayasan Laras tersebut menjadi tempat orang-orang tersebut mencari
jalan keluar dan membantu untuk memiliki kehidupan yang baik dengan pekerjaan
yang lebih halal.
Sumber : Koran Kompas (Rabu, 29 Oktober 2014)
Oleh : Floretta Agnesia Kana
Nim: 1801379514
Kelas : La64

tampilan blognya bagus sangat simpel. pemahaman dari cerita yang disampaikan juga mudah dipahami. lembaga tersebut sangat membantu bagi mereka yang ingin pekerjaan yang lebih baik
BalasHapus