Cute Box Bear “Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself.” ― George Bernard Shaw

Rabu, 29 Oktober 2014

Sosok (Rabu, 29 Oktober 2014)

Andi Muhammad Aslam

Melawan Narkoba dan HIV/AIDS



Pada akhir Juni 2014 Andi Muhammad Aslam menerima penghargaan dari Wakil Presiden Boediono sebagai tokoh penggiat penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Sesuatu yang tak dia sangka mengingat semua prosesyang berawal dari jalan-jalan iseng ke kota Bontang, Kalimantan Timur.
Pada tahun 2002 Aslam mengunjungi kota Bontang, kota kecil yang berjarak 100 kilometer dari ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda. Dia hanya berniat untuk berlibur mengambil waktu santai dari pekerjaannya. Namun, saat itu Aslam malah tertarik dengan kawasan prostitusi Prakla. Semakin lama keluyuran ia semakin penasaran untuk mengetahui “isi dapur” dari kawasan prostitusi tersebut serta keseharian dalam lingkungan prostitusi tersebut.
Semakin hari ia ke tempat prostitusi tersebut, ia semakin bisa mengajak beberapa orang PSK yang bekerja disana mengenai pekerjaan mereka. Mungkin pada awalnya para PSK yang ada ditempat itu tidak terlalu terbuka dengan masalah atau kesehatan dirinya. Tetapi semakin sering Aslam mengajak berbicara akhirnya para pekerja itu mau menceritakan kisahnya selama bekerja ditempat prostitusi tersebut.
Namun, pada saat itu, HIV/AIDS atau penyalahgunaan narkoba masih belum menjadi perhatian. Soal kesehatan bulum diobrolkan antar-PSK karena mereka masih berkutat pada kompetisi mendapatkan konsumen karena itu terkait dengan duit. Para PSK tersebut sering mengalami sakit tapi tetap membiarkan diri mereka bekerja terus menerus demi mendapatkan uang.
Setelah itu barulah Aslam menyampaikan soal HIV/AIDS dan apa bahayanya. Namun, ia tidak sampai menganjurkan mereka untuk keluar dari pekerjaan secara langsung melainkan membicarakan kalau mereka tetap bekerja seperti itu mereka akan terus sakit dan jikalau mereka sakit biaya yang ditanggung akan jauh lebih besar lagi. Akhirnya pemerintah kota Bontang memperhatikan apa yang diupayakan Aslam.
Aslam mendapat dukungan dana dari walikota Bontang dan uang tersebut akhirnya digunakan untuk mendirikan lembaga advokasi dan rehabilitasi sosial yang diberi nama Yayasan Laras. Aslam pun mulai mengajak beberapa teman untuk membantunya memberikan konseling. “Inilah pentingnya keluarga, teman, dan lingkungan yang mendukung. Mau seberapa hebat konseling dan daya tahan, juga optimisme, tapi ketika mereka kembali ke keluarga tidak diterima, mereka seketika patah harapan,” ucap Aslam.Pada akhirnya Aslam mencanangkan “perang sampai akhir” untuk upaya penanggulangan HIV/AIDS dan narkoba. Sesuatu yang baik pasti aka nada hasilnya.
Menurut pendapat saya sosok Andi Muhammad Aslam memiliki pemikiran yang hebat tentang masalah social yang tersebar dikota Bontang dan dia juga mau berniat memperbaiki mental para pekerja prostitusi tersebut menjadi lebih baik dengan cara konsultasi dengan dirinya. Lalu sosok Aslam sangat serius membantu orang-orang agar keluar dari pekerjaan sebagai PSK karena itu merupakan pekerjaan yang dapat membuat sakit dan depresi. Lembaga yang ia dirikan yang bernama Yayasan Laras tersebut menjadi tempat orang-orang tersebut mencari jalan keluar dan membantu untuk memiliki kehidupan yang baik dengan pekerjaan yang lebih halal.   

 Sumber : Koran Kompas (Rabu, 29 Oktober 2014)
Oleh : Floretta Agnesia Kana
Nim: 1801379514
Kelas : La64

1 komentar:

  1. tampilan blognya bagus sangat simpel. pemahaman dari cerita yang disampaikan juga mudah dipahami. lembaga tersebut sangat membantu bagi mereka yang ingin pekerjaan yang lebih baik

    BalasHapus