
Iskandar Widjaja-Hadar
Iskandar Widjaja-Hadar termasuk seorang yang beruntung bisa masuk kedalam persaingan ketat bersama solois biola di Eropa. Iskandar lebih suka menundukkan diri sendiri dan harus menantang diri sendiri untuk bekerja keras. Pada tahun 2012, ia diterima untuk beraudisi didepan salah seorang konduktor terbaik dunia yaitu Zubin Mehta. Akhirnya Iskandar setelah menunggu selama setahun, ia mendapat jadwal audisi di Italia. Saat audisi Iskandar menunjukan hasil yang baik dan Zubin Mehta menilai bahwa Iskandar memiliki teknik dan pemahaman musik yang baik. Hasilnya Iskandar bisa tampil dalam konser orkestra Maggio Musicale Firenze dibawah konduktor Mehta di Zurich Tonhalle, Swiss.
Dari pengalaman ia dipanggung musik dunia, Iskandar datang ke Jakarta untuk bermain bersama anak-anak jalanan , anak-anak dari keluarga miskin yang terpinggirkan. Anak-anak tersebut dibina oleh Jakarta Philharmonic Orchestra(JPO) dan Yayasan Philharmonic Society lewat program Musik yang membebaskan. Menurut Iskandar, ada benang merah yang sama antara bermain musik dengan anak-anak jalanan ataupun musisi profesional, yaitu berbagi rasa cinta pada orang lain.
Iskandar bermain musik sejak umur empat tahun. Orangtuanya menggunakan metode Suzuki untuk mengakrabkan Iskandar dengan musik. Metode yang dikembangkan musisi Jepang Shin'ichi Suzuki ini berbasis pada teori bahasa ibu bahwa anak-anak akan mampu belajar dari apa yang ia dengar. Menurut Iskandar itu sangat baik untuk anak-anak dalam memahami musik dan musik merupakan energi yang menghidupkan dirinya. Musik mempunyai efek pada pikiran manusia dan terdapat potensi penyembuhan yang membuat orang hidup ataupun menjadi terhibur. Musik itu energi dan manusia eksis karena energi.
Menurut pendapat saya sosok Iskandar Widjaja-Hadar adalah sosok yang sangat mengagumkan karena dia dapat beraudisi dan bergabung dengan Zubin Mehta. Iskandar pun adalah sosok pecinta anak-anak maka dia mau ke Jakarta untuk bermain bersama anak-anak jalanan yang tergabung dalam JPO serta mengajarkan anak-anak metode bermusik yang baik dan sangat bermanfaat. Segalanya yang berhubungan dengan musik sangat menyenangkan dan dapat menenangkan pikiran. Jadi menurut saya sosok Iskandar sangat mencintai musik dan tidak memandang rendah anak-anak jalanan yang bermain musik, ia rela untuk mengajari anak-anak tersebut dengan baik dan tidak ada rasa keberatan sedikitpun.
Sumber : Koran Kompas (Rabu, 26 November 2014)
Nama : Floretta Agnesia Kana
Kelas : La64
NIM : 1801379514
Terima kasih :)
Setelah saya membaca sosok yang sudah dirangkum oleh Floretta, saya sangat bangga terhadap sosok Iskandar Widjaja-Hadar, karena dengan keahlian bermain biola dan sudah tampil hingga ke luar negeri Iskandar tidak sombong dan tidak malu untuk bermain,dan mengajarkan anak-anak jalanan belajar biola tanpa ada rasa keberatan sedikitpun. Sangat jarang sekali orang di zaman sekarang yang masih ingin mengajarkan anak-anak jalan untuk belajar bermain musik. Semoga sosok Iskandar dapat menjadi contoh untuk kita semua, agar tidak memandang rendah anak-anak jalanan.
BalasHapusSedikit pesan untuk Floretta, sebaiknya awal kalimat di tiap paragraf selalu menjorok kedalam. Terimakasih :)
Walaupun telah menunjukkan keahlian didepan Zubin Mehta dan mendapat kesempatan untuk tampil pada salah satu konser di Swiss, ini tidak membuat Iskandar tinggi hati. Saat ia datang ke Jakarta, ia mau bermain biola secara cuma-cuma didepan anak-anak jalanan dan anak-anak dari keluarga miskin yang terpinggirkan yang tergabung dalam JPO serta memberikan metode-metode dalam bermusik. Ia tidak membeda-bedakan saat ia bermain dengan musisi profesional dan dengan anak-anak jalanan, ia menganggapnya sama karena niatnya adalah untuk berbagi rasa cinta terhadap orang lain.
BalasHapusterima kasih flo untuk postingan tentang sosok yang menginspirasi ini :)