Cute Box Bear “Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself.” ― George Bernard Shaw

Selasa, 11 November 2014

Saatnya Membangun Desa



Irman Meilandi



Irman Meilandi sempat aktif memberdayakan masyarakat untuk melestarikan alam Raja Ampat, Papua Barat. Tetapi setelah itu Irman berpikir ingin memberikan peran bagi tanah kelahirannya. Pada saat ia telah menyelesaikan kontrak di Raja Ampat, Irman pulang kampung pada tahun 2009. Saat ia kembali ke Mandalamekar, banya warga yang meminta agar menyelamatkan kawasan Karangsoak dan akhirnya ia mendampngi warga yang resah saat sumber air menyusut akibat alih fungsi lahan.

Irman berusaha mengajak teman sekampungnya untuk memperbaiki kawasan tandus. Dodi Rosadi pun akhirnya mau kembali ke Mandalamekar untuk ikut serta menyelamatkan tanah kelahirannya. Hasil diskusi bersama Irman, ia memilih mengangkat lagi pamor cabai rahong. Hasilnya cukup memuaskan. Cabai yang jadi primadona pedagang Pasar Induk Kramat Jati itu berhasil menarik kembali pemuda Mandalamekar lainnya untuk pulang kampung. Ada Sumitra yang tujuh tahun bekerja di Jakarta kini menjadi koordinator penjaga hutan dan Hendra Gunawan yang menjadi bos peternakan ayam puyuh.

Promosi yang telah dilakukan warga secara mandiri memanfaatkan jaringan internet sejak 2011. Untuk meluaskan kesempatan dan membuka wawasan warga Mandalamekar, Irman memperkenalkan teknologi informasi.Kepala Desa Mandalamekar mengetahui internet dari Irman dan ia setuju bahwa dengan adanya internet segala sesuatu jadi lebih maju. Akhirnya Mandalamekar memiliki website yaitu www.mandalamekar.or.id dan diperbaharui dengan mandalamekar.desa.id. 

Seacology atau lembaga nirlaba bidang lingkungan melihat usaha Irman dan teman-teman dalam memperjuangkan Mandalamekar. Akhirnya Irman diundang ke Amerika Serikat untuk mendapatkan Seacology Prize tahun 2011. Peran aktif yang telah dilakukan oleh Irman dalam membangun Mandalamekar membuat dirinya diikut sertakan untuk mempromosikan Undang-undang desa ke sejumlah daerah.

Menurut pendapat saya sosok Irman Meilandi adalah sosok yang mau berjuang untuk menyelamatkan tanah kelahirannya di Mandalamekar agar menjadi lebih baik dan membuat Mandalamekar menjadi desa yang lebih maju karena adanya teknologi informasi yang telah didapatkan. Mandalamekar sudah memberi contoh dan tidak ada satu pun manusia yang ingin tanah kelahirannya hancur tak berdaya. Kita bisa mencontoh apa yang telah dilakukan Irman untuk menjaga dan mempertahankan tanah kelahiran kita.

Sumber : Koran Kompas (Rabu, 12 November 2014 )
Nama : Floretta Agnesia Kana
NIM : 1801379514
Kelas : La64

Terima kasih :)

3 komentar:

  1. Saya senang melihat rasa tekad Bapak Irman dalam menyelamatkan tanah kelahirannya, dan saya setuju dengan pendapat retta, bahwa tidak ada satu pun manusia yang ingin tanah kelahirannya hancur, terlebih lagi jika kehancuran tersebut tidak diperbaiki, maka tanah kelahiran kita tersebut akan atau dapat ter-cap sebagai tanah yang mati akan kepedulian masyarakatnya. Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang rela tanah kelahirannya hancur.

    BalasHapus
  2. Sebagai bukti cinta terhadap tanah kelahiran, sudah seharusnya kita menyelamatkan tanah kelahiran. Dengan meningkatkan kepedulian masyarakat setempat, tanah kelahiran dapat "dihidupkan" kembali atau bahkan semakin hidup. Bapak Irman sudah membuktikannya dengan berbagai cara yang ia lakukan. Dan kita sebagai generasi muda, kita dapat mengambil contoh dari aksi Pak Irman tersebut.

    BalasHapus
  3. Saya kagum dengan sosok Bapak Irman yang cinta kepada tanah kelahirannya dan benar-benar membuktikan cintanya tersebut dengan berusaha memperbaikinya. Hal yang di lakukan oleh Bapak Irman ini haruslah kita contoh dimana ia berusah untuk mengembangkan tanah kelahirannya dan berani mengambil keputusan untuk mencapai target yang ia inginkan. Terima kasih atas postingannya, Floretta!

    BalasHapus