Nina
Estanto merupakan seseorang yang telah membuat salah satu lembaga pendidikan
pada awal 2002 karena kepeduliannya pada kebutuhan perkembangan anak-anak.
Ketika Nina mendirikan sekolah, Jakarta saat itu sedangg dihujani dengan
dogma-dogma pendidikan ala Singapura untuk anak balita. Slogannya mempersiapkan
anak siap bertarung dalam era globalisasi, anak balita harus pinta bahasa
Inggris, anak balita harus bisa membaca sedini mungkin, dan balita harus menguasai
komputer seawal mungkin.
Menurut Nina anak balita hanya harus
menikmati masa kanak-kanaknya dengan bermain dan memahami lingkungan tentang
nilai kehidupan yang ada disekitar mereka. Termasuk juga nilai toleransi yang
sangat penting bagi anak-anak. Nama sekolah yang dibuat oleh Nina Estanto
bernama Putik dan nama tersebut memilikii arti bakal buah atau bakal bunga yang
perlu dirawat dengan baik agar pertumbuhannya baik.
Toleransi dan memiliki sikap sopan
bukan hanya untuk menghormati orang yang berbeda agama, tetapi juga terhadap
orang yang status sosial ekonomi berbeda, orang yang punya pendapat berbeda,
ataupun kelompok yang berbeda. Soal penerapan toleransi tersebut, Nina mencari
rujukan dari para ahli, salah satunya Jennifer Holladay, direktur dari
Tolerance.org, sebuah organisasi yang membantu orang tua untuk mengajarka
toleransi terhadap anak-anaknya.
Masih merujuk pada Holladay, Nina
menjelaskan empat langkah yang dilakukan untuk menanamkan toleransi pada anak.
Pertama, jadikan toleransi sebagai salah satu topik harian karena membentuk
karakter yang bisa bertoleransi butuh waktu dan proses. Kedua, identifikasi
toleransi melalui pembicaraan ringan. Ketiga, dekatkan anak-anak pada informasi
keberagaman budaya,suku, agama dan keyakinan. Keempat, terus memotivasi anak
untuk mau berbagi. Dengan demikian, anak dapat lebih terbuka menerima segala
perbedaan.
Seandainya semua anak Indonesia
mendapat pengalaman semacam ini, Nina membayangkan, Indonesia akan menjadi
negeri yang paling nyaman di dunia untuk ditinggali. Menurut saya pendapat dari
Ibu Nina ini sangat baik karena kita menginginkan generasi muda mulai dari anak
balita bisa menjadi orang yang emmiliki toleransi dan nilai-nilai kehidupan
yang baik agar kedepannya Indonesia menjadi lebih berkembang tidak hanya
teknologi tetapi dari sisi diri manusia itu sendiri. Maka dari itu, kita harus
bersikap toleransi dalam segala hal karena toleransi di era saat ini sudah
sulit untuk dipertahankan.
Terima
Kasih
Nama:
Floretta Agnesia Kana
Kelas:
La64
NIM:
1801379514
Sumber
: Koran Kompas (Rabu, 7 Januari 2015)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar