Cute Box Bear “Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself.” ― George Bernard Shaw

Sabtu, 17 Januari 2015

Menanamkan Sikap Toleran kepada Anak

Nina Estanto





          Nina Estanto merupakan seseorang yang telah membuat salah satu lembaga pendidikan pada awal 2002 karena kepeduliannya pada kebutuhan perkembangan anak-anak. Ketika Nina mendirikan sekolah, Jakarta saat itu sedangg dihujani dengan dogma-dogma pendidikan ala Singapura untuk anak balita. Slogannya mempersiapkan anak siap bertarung dalam era globalisasi, anak balita harus pinta bahasa Inggris, anak balita harus bisa membaca sedini mungkin, dan balita harus menguasai komputer seawal mungkin.
            Menurut Nina anak balita hanya harus menikmati masa kanak-kanaknya dengan bermain dan memahami lingkungan tentang nilai kehidupan yang ada disekitar mereka. Termasuk juga nilai toleransi yang sangat penting bagi anak-anak. Nama sekolah yang dibuat oleh Nina Estanto bernama Putik dan nama tersebut memilikii arti bakal buah atau bakal bunga yang perlu dirawat dengan baik agar pertumbuhannya baik.
            Toleransi dan memiliki sikap sopan bukan hanya untuk menghormati orang yang berbeda agama, tetapi juga terhadap orang yang status sosial ekonomi berbeda, orang yang punya pendapat berbeda, ataupun kelompok yang berbeda. Soal penerapan toleransi tersebut, Nina mencari rujukan dari para ahli, salah satunya Jennifer Holladay, direktur dari Tolerance.org, sebuah organisasi yang membantu orang tua untuk mengajarka toleransi terhadap anak-anaknya.
            Masih merujuk pada Holladay, Nina menjelaskan empat langkah yang dilakukan untuk menanamkan toleransi pada anak. Pertama, jadikan toleransi sebagai salah satu topik harian karena membentuk karakter yang bisa bertoleransi butuh waktu dan proses. Kedua, identifikasi toleransi melalui pembicaraan ringan. Ketiga, dekatkan anak-anak pada informasi keberagaman budaya,suku, agama dan keyakinan. Keempat, terus memotivasi anak untuk mau berbagi. Dengan demikian, anak dapat lebih terbuka menerima segala perbedaan.
            Seandainya semua anak Indonesia mendapat pengalaman semacam ini, Nina membayangkan, Indonesia akan menjadi negeri yang paling nyaman di dunia untuk ditinggali. Menurut saya pendapat dari Ibu Nina ini sangat baik karena kita menginginkan generasi muda mulai dari anak balita bisa menjadi orang yang emmiliki toleransi dan nilai-nilai kehidupan yang baik agar kedepannya Indonesia menjadi lebih berkembang tidak hanya teknologi tetapi dari sisi diri manusia itu sendiri. Maka dari itu, kita harus bersikap toleransi dalam segala hal karena toleransi di era saat ini sudah sulit untuk dipertahankan.

Terima Kasih
Nama: Floretta Agnesia Kana
Kelas: La64
NIM: 1801379514

Sumber : Koran Kompas (Rabu, 7 Januari 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar