Cute Box Bear “Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself.” ― George Bernard Shaw

Sabtu, 17 Januari 2015

Meregenerasi Seni Tari dan Tabuh

Supartama


           Supartama tak pernah lepas dari berkesenian, karena seni sudah menjadi seperti napas dalam hidupnya. Mulai seni tari, topeng, hingga tabuh-tabuhan, semuanya itu dia lakukan. Supartama memiliki pendopo yang diberi nama Pasraman Praba Budaya di Denpasar, Bali. Pasraman yang telah didirikannya hamper 15 tahun lalu itu tidak pernah sepi dari berbagai kegiatan kesenian. Banyak anak-anak dan remaja yang datang untuk belajar menari, dalang dan tetabuhan.
            Dengan melihat antusias dari anak-anak untuk menari dan belajar kesenian ditempat tersebut, membuat Supartama merasa bahagia dan senang. Menurutnya cara penari menarikan sebuah tarian harus dapat membedakan mana tarian untuk tontonan, dan mana untuk upacara keagamaan. Mengajarkan pada anak-anak mengenai kesenian merupakan hal yang tidak sembarangan maka anak didiknya diajari mengenai filosofi dan pemahaman yang benar tentang kegiatan kesenian yang mereka lakukan.
            Pasraman yang ia dirikan untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak berbakat. Ia juga tidak memungut biaya untuk kelas kesenian yang dibukanya untuk anak-anak ini. Pasraman mengajarkan dengan sungguh-sungguh dan tidak seenaknya saja karena dia menganggap bahwa dia harus mengabdi kepada pelestarian seni. Upaya tersebut terbukti dengan sejumlah penghargaan yang diperoleh anak-anak pasraman dari berbagai perlombaan tari dan karawitan.
            Kepiawaian Supartama membuat pemerintah Kota Denpasar memberikan kepercayaan pada dirinya untuk merevitalisasi tari baris dan amanah tersebut ia jalankan dengan baik. Selain itu Supartama juga menguasai pembuatan topeng. Sejak kecil dia sudah terbiasa dengan lingkungan keluarganya dan dari kecil dia bercita-cita ingin jago berkesenian. Segala kesempatan yang dia dapatkan tersebut tidak ia sia-siakan. Buktinya Supartama terpilih sebagai duta koregrafer muda pada 1997 dan pernah mewakili Indonesia ke Peru.
            Menurut pendapat saya, sosok Supartama merupakan sosok yang sangat mencintai kesenian, untuk itu ia melakukan segalanya demi seni. Semangat yang ada dalam dirinya membuat ia semakin sukses dalam mengembangkan setiap bakat seni yang ia miliki. Supartama juga mengajarkan anak-anak dan remaja belajar seni dengan baik tanpa dipungut biaya apapun. Jadi sosok Supartama patut dicontoh dalam hal semangat dan pengabdiannya terhadap berbagai macam kesenian.

Terima kasih J
Nama : Floretta Agnesia Kana
NIM : 1801379514
Kelas : La64

Sumber : Koran Kompas ( Rabu, 14 Januari 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar