Supartama
tak pernah lepas dari berkesenian, karena seni sudah menjadi seperti napas
dalam hidupnya. Mulai seni tari, topeng, hingga tabuh-tabuhan, semuanya itu dia
lakukan. Supartama memiliki pendopo yang diberi nama Pasraman Praba Budaya di
Denpasar, Bali. Pasraman yang telah didirikannya hamper 15 tahun lalu itu tidak
pernah sepi dari berbagai kegiatan kesenian. Banyak anak-anak dan remaja yang
datang untuk belajar menari, dalang dan tetabuhan.
Dengan melihat antusias dari
anak-anak untuk menari dan belajar kesenian ditempat tersebut, membuat
Supartama merasa bahagia dan senang. Menurutnya cara penari menarikan sebuah
tarian harus dapat membedakan mana tarian untuk tontonan, dan mana untuk
upacara keagamaan. Mengajarkan pada anak-anak mengenai kesenian merupakan hal
yang tidak sembarangan maka anak didiknya diajari mengenai filosofi dan
pemahaman yang benar tentang kegiatan kesenian yang mereka lakukan.
Pasraman yang ia dirikan untuk
memberikan kesempatan bagi anak-anak berbakat. Ia juga tidak memungut biaya
untuk kelas kesenian yang dibukanya untuk anak-anak ini. Pasraman mengajarkan
dengan sungguh-sungguh dan tidak seenaknya saja karena dia menganggap bahwa dia
harus mengabdi kepada pelestarian seni. Upaya tersebut terbukti dengan sejumlah
penghargaan yang diperoleh anak-anak pasraman dari berbagai perlombaan tari dan
karawitan.
Kepiawaian Supartama membuat
pemerintah Kota Denpasar memberikan kepercayaan pada dirinya untuk
merevitalisasi tari baris dan amanah tersebut ia jalankan dengan baik. Selain
itu Supartama juga menguasai pembuatan topeng. Sejak kecil dia sudah terbiasa
dengan lingkungan keluarganya dan dari kecil dia bercita-cita ingin jago
berkesenian. Segala kesempatan yang dia dapatkan tersebut tidak ia sia-siakan.
Buktinya Supartama terpilih sebagai duta koregrafer muda pada 1997 dan pernah
mewakili Indonesia ke Peru.
Menurut pendapat saya, sosok
Supartama merupakan sosok yang sangat mencintai kesenian, untuk itu ia
melakukan segalanya demi seni. Semangat yang ada dalam dirinya membuat ia
semakin sukses dalam mengembangkan setiap bakat seni yang ia miliki. Supartama
juga mengajarkan anak-anak dan remaja belajar seni dengan baik tanpa dipungut
biaya apapun. Jadi sosok Supartama patut dicontoh dalam hal semangat dan
pengabdiannya terhadap berbagai macam kesenian.
Terima
kasih J
Nama
: Floretta Agnesia Kana
NIM
: 1801379514
Kelas
: La64
Sumber
: Koran Kompas ( Rabu, 14 Januari 2015)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar