Jamu
merupakan kekuatan budaya bangsa yang harus selalu dipertahankan. Maka dari itu
sosok Lasmi ingin sekali meregenerasikan jamu terhadap anak-anak atau generasi
muda. Mulai dari saat itu Lasmi mengumpulkan banyak orang untuk bergabung
sebagai produsen jamu. Dengan segala upaya yang telah dilakukannya berhasil
membawa anak didiknya menjadi penyedia jamu untuk para tamu di hotel. Semenjak
itu, Lasmi bertekad untuk meneruskan keahliannya itu dengan melibatkan lebih
banyak generasi muda.
Lasmi merupakan generasi ketiga
pembuat jamu. Ibu dan neneknya juga berprofesi sebagai pengolah jamu sekaligus
tukang jamu gendong. Jadi sejak kecil ia sudah terbiasa dengan resep-resep jamu
dan aroma khas setiap jenis jamu. Pada tahun 2010 , ia mengikuti audisi
pemilihan ratu jamu gendong yang diselenggarakan salah satu perusahaan jamu
asal Semarang. Tak disangka, dia berhasil meraih gelar juara ratu jamu gendong
teladan. Hadiah yang diperoleh digunakan untuk mengembangkan usaha dan membeli
sepeda untuk berjualan jamu.
Untuk mengembangkan usahanya, Lasmi
pun berusaha mendekati para pejabat dikantor pemerintahan untuk mencari
pelanggan baru serta membina relasi agar nantinya dia dapat diikutsertakan
dalam pelatihan atau seminar untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Selain
itu Lasmi juga berinovasi dengan mencampurkan jamu dengan aneka buah-buahan
agar para pembeli tidak bosan yaitu seperti sanafis, singkatan dari sawi, nanas
dan jeruk nipis. Saat ini, ia telah memiliki satu outlet jamu di Jakarta, yang
sudah dikelola oleh putrinya. Sejak lima tahun lalu, semua produk yang dia
hasilkan juga sudah berlebel sebagai produk industri rumah tangga.
Setelah dia merasa cukup mapan
membangun usaha sendiri, Lasmi merasa bahwa ia ingin berbagi ilmu. Dia
melakukan pendekatan pada rekan-rekannya agar anak-anak mereka,keponakan, atau
kerabat lainnya mau belajar untuk membuat jamu. Selain itu Lasmi juga menjaadi
pembicara disetiap ada panggilan untuk merealisasikan seluk beluk mengenai
jamu. Dan dia merasa bangga karena bisa menjadi pembicara didepan banyak orang
termasuk di beberapa perguruan tinggi.
Menerjuni profesi penjual jamu diakui
Lasmi tidaklah mudah dan banyak sekali tantangan dilapangan seperti pandangan
buruk, digoda, dilecehkan dan mendapat ejekan. Namun, dia mengingatkan bahwa
sukses, kita tidak boleh mudah menyerah. Dan saya setuju akan pendapat dari Ibu
Lasmi ini karena kita harus berusaha tanpa lelah dan melewati halangan-halangan
dengan tabah agar dapat sukses seperti apa yang telah kita cita-citakan. Maka
dari itu sosok Ibu Lasmi ini mengingatkan kita kembali sebagai generasi muda
untuk tidak menyerah dalam mengembangkan pekerjaan yang kita gemari.
Terima
Kasih
Nama
: Floretta Agnesia Kana
Kelas
: La64
NIM
: 1801379514

Hidup memang tidak mudah, banyak cobaan dan likak likuk hidup yang harus terus kita lalui agar dapat sampai dan mencapai impian kita tersebut. Saya kagum dengan Ibu Lasmi, gender memang bukan hal yang di permasalahkan untuk zaman sekarang, tetapi untuk perempuan, melewati hal seperti di lecehkan dan dipandang buruk, merupakan hal yang sangat berat. Dan setelah saya membaca sosok Ibu Lasmi, saya dapat belajar dan mengambil kesimpulan akan pentingnya rasa kuat dan percaya akan impian yang kita inginkan, sehingga kita mampu menggapai impian kita tersebut.
BalasHapusSaya setuju dengan pendapat Ibu Lasmi "bahwa sukses, kita tidak boleh mudah menyerah" dan saya sangat yakin kalau sebuah hasil tidak akan pernah menghianati prosesnya. Sama dengan apa yang dilakukan Ibu Lasmi dengan usaha yang keras mulai dari dilecehkan, digoda, dan sebagainya, namun hingga kini Ibu Lasmi sudah berhasil memiliki satu outlet jamu di Jakarta dan semua produk yang dihasilkan juga sudah berlebel sebagai produk industri rumah tangga.
BalasHapusHebat sekali Ibu Lasmi ini :)