Cute Box Bear “Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself.” ― George Bernard Shaw

Minggu, 04 Januari 2015

Membesarkan Generasi Jamu Gendong

Lasmi




Jamu merupakan kekuatan budaya bangsa yang harus selalu dipertahankan. Maka dari itu sosok Lasmi ingin sekali meregenerasikan jamu terhadap anak-anak atau generasi muda. Mulai dari saat itu Lasmi mengumpulkan banyak orang untuk bergabung sebagai produsen jamu. Dengan segala upaya yang telah dilakukannya berhasil membawa anak didiknya menjadi penyedia jamu untuk para tamu di hotel. Semenjak itu, Lasmi bertekad untuk meneruskan keahliannya itu dengan melibatkan lebih banyak generasi muda.
            Lasmi merupakan generasi ketiga pembuat jamu. Ibu dan neneknya juga berprofesi sebagai pengolah jamu sekaligus tukang jamu gendong. Jadi sejak kecil ia sudah terbiasa dengan resep-resep jamu dan aroma khas setiap jenis jamu. Pada tahun 2010 , ia mengikuti audisi pemilihan ratu jamu gendong yang diselenggarakan salah satu perusahaan jamu asal Semarang. Tak disangka, dia berhasil meraih gelar juara ratu jamu gendong teladan. Hadiah yang diperoleh digunakan untuk mengembangkan usaha dan membeli sepeda untuk berjualan jamu.
            Untuk mengembangkan usahanya, Lasmi pun berusaha mendekati para pejabat dikantor pemerintahan untuk mencari pelanggan baru serta membina relasi agar nantinya dia dapat diikutsertakan dalam pelatihan atau seminar untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Selain itu Lasmi juga berinovasi dengan mencampurkan jamu dengan aneka buah-buahan agar para pembeli tidak bosan yaitu seperti sanafis, singkatan dari sawi, nanas dan jeruk nipis. Saat ini, ia telah memiliki satu outlet jamu di Jakarta, yang sudah dikelola oleh putrinya. Sejak lima tahun lalu, semua produk yang dia hasilkan juga sudah berlebel sebagai produk industri rumah tangga.
            Setelah dia merasa cukup mapan membangun usaha sendiri, Lasmi merasa bahwa ia ingin berbagi ilmu. Dia melakukan pendekatan pada rekan-rekannya agar anak-anak mereka,keponakan, atau kerabat lainnya mau belajar untuk membuat jamu. Selain itu Lasmi juga menjaadi pembicara disetiap ada panggilan untuk merealisasikan seluk beluk mengenai jamu. Dan dia merasa bangga karena bisa menjadi pembicara didepan banyak orang termasuk di beberapa perguruan tinggi.
            Menerjuni profesi penjual jamu diakui Lasmi tidaklah mudah dan banyak sekali tantangan dilapangan seperti pandangan buruk, digoda, dilecehkan dan mendapat ejekan. Namun, dia mengingatkan bahwa sukses, kita tidak boleh mudah menyerah. Dan saya setuju akan pendapat dari Ibu Lasmi ini karena kita harus berusaha tanpa lelah dan melewati halangan-halangan dengan tabah agar dapat sukses seperti apa yang telah kita cita-citakan. Maka dari itu sosok Ibu Lasmi ini mengingatkan kita kembali sebagai generasi muda untuk tidak menyerah dalam mengembangkan pekerjaan yang kita gemari.
Terima Kasih
Nama : Floretta Agnesia Kana
Kelas : La64
NIM : 1801379514

2 komentar:

  1. Hidup memang tidak mudah, banyak cobaan dan likak likuk hidup yang harus terus kita lalui agar dapat sampai dan mencapai impian kita tersebut. Saya kagum dengan Ibu Lasmi, gender memang bukan hal yang di permasalahkan untuk zaman sekarang, tetapi untuk perempuan, melewati hal seperti di lecehkan dan dipandang buruk, merupakan hal yang sangat berat. Dan setelah saya membaca sosok Ibu Lasmi, saya dapat belajar dan mengambil kesimpulan akan pentingnya rasa kuat dan percaya akan impian yang kita inginkan, sehingga kita mampu menggapai impian kita tersebut.

    BalasHapus
  2. Saya setuju dengan pendapat Ibu Lasmi "bahwa sukses, kita tidak boleh mudah menyerah" dan saya sangat yakin kalau sebuah hasil tidak akan pernah menghianati prosesnya. Sama dengan apa yang dilakukan Ibu Lasmi dengan usaha yang keras mulai dari dilecehkan, digoda, dan sebagainya, namun hingga kini Ibu Lasmi sudah berhasil memiliki satu outlet jamu di Jakarta dan semua produk yang dihasilkan juga sudah berlebel sebagai produk industri rumah tangga.
    Hebat sekali Ibu Lasmi ini :)

    BalasHapus